Wednesday, July 8, 2020

pondok Pesantren harus menguasai Media

Pesantren harus menguasai Media
Pekalongan - (Media Informasi Pondok pesantren Alarifiyah) – Diera digitalisasi ini pesantren dan organisasi keagamaan harus lebih giat lagi dalam mensyiarkan suguhan—suguhan yang rahmatallilalamiin. Pasalnya, sangat penting bagi kalangan santri dan organisasi keagamaan  untuk menjelajah dunia internet  yang semakin kesini internet merupakan sebuah kebutuhan.

Jangan sampai paham-paham radikalisme dan pengadu domba agama  dengan dalih agama masuk membawa materi dan ajaran maupun dakwah menguasai di internet  dan itu dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia. Ini sangat BAHAYA ! Tegas salah seorang Admin Media  pesantren yang tidak mau disebutkan namanya.
Kita bisa beribarah tentang apa yang pernah dilakukan oleh kyai-Kyai dan Ulama’ sepuh dahulu, bisa kita lihat pada resolusi jihadMisalnya” ketika para penjajah semakin gencar dan enggan hengkang ke bumi Nusantara serta kejahatan dan kekejaman yang dibawa oleh pihak Belanda (NICA) semakin menjadi-jadi serta melanggar  seacara kedaulatan Republik maupun Agama, Almaghfurlah Mbah Yai hasyim Asyari memberikan statemennya mengenai hukum membela Tanah Air adalah fardhu ain bagi setiap islam di Indonesia. Tak hanya itu dalam  resolusi jihad juga ditegaskan bahwa muslimin yamg berada dalam radius 94 kilometer dari pusat pertempuran wajib ikut perang  melawan penjajah. Berita itu tersebar luas oleh pemerintah saat itu,, dan dibantu oleh para kalangan santri untuk memberikan kabar mengenai hukum yang baru didawuhkan oleh pendiri NU pertama itu. Media pun digencarkan,  dan disebarluaskan agar semua masyarakat tahu dan mengikuti atas dawauh Sang kyai  kala itu.
Berangkat dari itu, Media pesantren Al-Arifiyah kota Pekalongan yang diasuh oleh Abah Kyai H. Zainal Arifin dan Pembina Jurnalistik “Bpk. Ustadz Najibul Mahbub” serta sahabat-sahabat kang santri telah rapat dan sepakat bahwa kedepan akan lebih menggencarkan media  melalui media sosial yang semoga bisa istiqomah dan memberikan kemanfaatan buat warga Nahdliyin khususnya  untuk mengatasi  problematika umat.
Selain itu, eksistensi yang dibangun oleh Pesantren dimedia juga nantinya akan memiliki value tersendiri , mengingat semua santri yang hendak mendaftar dipesantrenpun sudah pastinya mencari tahu dimedia sosial yang mereka punya.
Ini juga per;u ditiru untuk pondok pesantren lainnya agar lebih giat dan menyebarkan konten-konten positif di akun sosial media yang  sudah ada.
Minta dukungan dan doanya dari para pembaca baik kang santri, mbak santri , alumni maupun pembaca agar lebih mensupport apa yang telah  dirancang oleh kami.
Semoga dengan hadirnya Media Pesantren Alarifiyah ini bisa menjadikan khidmah dan barokah tersendiri… Aaamiinn Aamiin Ya robbal Aallamiin.


Pekalongan,7 Juli 2020.                      

Thursday, July 2, 2020

Perbedaan gerakan sholat laki-laki dan perempuan


#Perbedaangerakansholatantaralakilakidan
perempuan

Sepele tapi masih banyak yang belum tahu.
Mari simak pertanyaan dibawah ini .

Assalamualaikum wr wb para asatidz..

Saya mau bertanya, apakah ada perbedaan gerakan sholat antara laki-laki dan perempuan,, kalo pun ada gerakan apa saja yg membedakan... Dan bagaimana dgn hadits Rasulullah yg mengatakan "Sholluu kama roaitumuunii usholly" 
Jazakumullah khoir...

Jawab.
Perbedaan wanita dan pria dalam shalat  :

PRIA

1.Mengangkat siku dan merenggang, jauh dari lambungnya, perut diangkat, juga merenggang jauh dari paha sewaktu ruku’ ketika sujud, serta bersuara keras pada tempatnya (pada shalat jahr).

2.Jika terjadi sesuatu kekeliruan imam dalam shalat, maka bertashbih dengan mengucapkan "subhanalloh" (dengan maksud dzikir, atau dengan maksud pemberitahuan (kepada Imam). Maka hal ini tidak membatalkan shalat, berbeda jika memang bermaksud memberitahu saja, maka batal shalatnya).

3.Aurat pria (batasannya dalam shalat) mulai dari anggota tubuh diantara pusar sampai lutut, tapi bukan berarti pusar dan lutut itu aurat, dan tidak pula anggota tubuh di luar batasan tersebut.

WANITA

Wanita berbeda dengan pria dalam 5 perkara, yaitu :

1.Bahwasanya wanita itu menghimpitkan setengah anggota tubuh pada anggota lain, baik ketika ruku’ maupun sujud, yakni perut berhimpit dengan pahanya.

2.Suaranya dipelankan, sewaktu melakukan shalat di sebelahnya banyak pria lain (bukan suami/bukan mahramnya), berbeda jika shalat munfarid yang jauh dari mereka (kaum pria), maka boleh jahr/bersuara keras.

3.Sewaktu shalat berjamaah, terjadi sesuatu kekeliauran pada Imam, maka wanita mengingatkannya dengan bertepuk tangan, yakni perut telapak tangan kanan (bagian dalam telapak tangan kanan) memukul punggung (bagian luar telapak tangan kiri).

4.Jika melenceng dari ketentuan tersebut, maka batal shalatnya, misalnya bertepuk tangan dengan perut kedua telapak tangannya dengan maksud main-main (bergurau) walaupun pelan, padahal ia telah mengetahui bahwa tindakan tersebut terlarang, maka batal shalatnya. Dan ketentuan pada wanita berlaku pula pada banci (الخنثى ).

5.Seluruh tubuh wanita merdeka adalah aurat yang wajib ditutupi selain wajah dan telapak tangan, apabila mengerjakan shalat, bahkan seluruh tubuhnya adalah aurat di luar shalat (kepada selain mahramnya). [ Matan Abi Sujaa’ I/64, al-Iqna I/46, Hasyiyah al-Bujairomi ala al-Khotib IV/413, Kifaayah al-Akhyaar I/117 ].

Perbedaan diatas mengacu pada perbedaan secara fisik antara pria dan wanita sedang mengenai rukun, syarat dan yang membatalkan shalat antara keduanya tidak terdapat perbedaan berdasarkan beberapa hadits nabi diantaranya : “Sholatlah kalian, sebagaimana kalian melihat aku sholat.” (HR. Bukhori, Muslim, dan Ahmad). Ibrahim An-Nakha’i menyatakan : “Dalam sholat, wanita melakukannya sama dengan yang dilakukan oleh laki-laki” (HR. Ibnu Syaibah 1/75/2, dengan sanad shahih). Wallaahu A'lamu Bisshowaab. 

( فصل ) والمرأة تخالف الرجل في خمسة أشياء


فالرجل يجافي مرفقيه عن جنبيه ويقل بطنه عن فخذيه في الركوع والسجود ويجهر في موضع الجهر وإذا نابه شيء في الصلاة سبح وعورة الرجل ما بين سرته وركبته  والمرأة تضم بعضها إلى بعض وتخفض صوتها بحضرة الرجال الأجانب وإذا نابها شيء في الصلاة صفقت وجميع بدن الحرة عورة إلا وجهها وكفيها

Referensi.
Matan abi suja' 
Kifyatulakhyar
Hr. Ibnu Syaibah 1/75/2 Dengan sanad sokhih

Wallahu alam bisshowab
Semoga bermanfaat

Kemeriahan Musabaqoh Ilmiah Pekan haflah Akhirussanah ke-38Pondok Pesantren Al-Arifiyah Kota Pekalongan.

Kemeriahan Musabaqoh Ilmiah Pekan haflah Akhirussanah ke-38Pondok Pesantren  Al-Arifiyah Kota Pekalongan. Menjelang Haflah Akhirussanah PPST...