Wednesday, May 27, 2020

R.A Kartini penggagas tafsir Al-Qur'an pertama se-Asia tenggara

Sejarah R.A Kartini, Penggagas Tafsir Qur’an Mbh Yai Soleh darat
Assalamualaikum Wr. Wb Sahabat Blogger,
Kembali lagi diblog dawuhsangkyai yang insya Allah menjadi kajian ilmu  tersendiri sesuai sanad yang sudah diberikan oleh seorang guru.
Kali ini kita akan membedah tentang kisah Raden Ajeng Kartini yang mungkin tidak pernah dikulik oleh sejarah, sehingga menginginkan oleh penulis agar sejarah itu tidak tenggelam.
Ketika mendengar nama R.A Kartin pikiran kita  akan langsung terjun kesebuah  statement “Habis gelap terbitlah Terang” yang bukunya sendiri juga telah terbit.
Namun perlu kita sadari, ternyata ada sejarah yang kurang disebarkan oleh beberapa mediatentang perjuangannya dalam hal penggagas terciptanya Tafsir Al-qur’an dengan bahasa jawa karya mbh Yai Soleh Darat.   
Siapa yang saat ini tak kenal beliau?? Seorang wanita hebat dari Jawa yang  namanya tersohor karena kegigihannya dalam mengedepankan peran wanita  dan kegigihannya dalam mencari ilmu sehingga kini menjadi tokoh Nasional .
Secara keturunan Beliau lahir dari  kaum priyai dan tercatat dia adalah Cucu  seorang alim ulama yang bernama Kyai Madirono punya yang  istri namanya Ibu Aminah dan punya anak  namanya  Ngasiroh dan dinikahi oleh Bupati Jepara, punya anak namanya  Kartini mengaji Alqur’an dalam usianya yang berumur 13 tahun kepada Mbh Yai Solekh Darat Semarang.
Dalam sejarah mengaji dan menjadi  seorang santri putri inilah yang dibangku sekolahan atau sejarah kurang terpublish.
Ada dialog antara R.A Kartini dengan Kyainya “Mbh Yai soleh Darat” ketika dibelajari Tafsir Alqur’an dengan jawa  pegon atau  jawa.
“Kyai, ketika saya diajarkan tafsir Alqur’an oleh  engkau, hati saya tentram, tolong Kyai Tafsirkan semua Alqur’an kedalam Bahasa Jawa, agar bisa dijadikan pedoman buat putri-putri ditanah jawa” Kata Kartini.
Waktu itu beliau tidak mengatakan Putri Indonesia dan dikhusususkan hanya untuk Jawapa? Karena saat itu nama Indonesia  masih dengan sebutan “Jawa  Dwipa Nusantara”.
Bisa kita lihat, Kalimantan saat itu masih dengan nama Borneo.
Sulawesi belum ada, yang ada  sebutan Salebes.
Sumatera masih andalas.
Jakarta belum ada, yang ada Sunda  kelapa.
Sehingga dari dialog tersebut  dijawab oleh Mbah Yai Soleh darat, “Kartini, untuk meafsiri alqur’an tidaklah mudah. Ada beberpa ilmu yang harus  dikuasai seperti ; Nahwu shorof, mantiq, balaghah , bayan, harus paham asbabun nuzul, nasikh mansukh dan lain-lainyya sehingga tidak sembarangan orang untuk menafsiri Alqur’an” dengan lembut beliau menuturkan  kata-kata itu kepada R.A Kartini.
“Kyai, kenapa saya ingin Kyai menafsirkan Alqur’an. Karena saya yakin bahwa Kyai sudah menguasi ilmu itu semua” dengan tawadukknya beliau menuturkan kata itu, sehingga membuat Mbah yai Soleh darat Semarang menundukkan kepala dan mengucurkan air mata serta menangis.
Dalam hatinya mengatakan, “Kok ya ada anak perempuan sekecil ini cerdas usul agar membuat tafsir Aqur’an “ Sehingga dalam dialog terakhirnya mengatakan , “Wahai Kartini, doakan saja agar saya dapat menafsiri Alqur’an 30 Jus dengan pakai bahasa jawa”.
Kemudian dengan ikhtiar dan kegigihannya, Mbah Yai Soleh Darat memulai membuat tafsir Alqur’an dengan bahasa jawa dan sampai ke jus-13 yang cetakan pertamanya ada di negara Singapura dengan judul “Faidurrohman fitafsiri ayatil qur’an” karya mbh Yai Soleh darat Semarang atas usul R.A Kartini.
Bahkan Litbang kementerian agama mengatakan bahwa tafsir itu adalah karya pertama di Asia tenggara.
Sehingga ketika Kartini menikah Beliau dikasih hadiah oleh Mbh Yai Soleh darat dengan jumlah 13 jus tafsir alqur’an jawa pegon  , dan inilah yang dipelajari oleh R.A Kartini.
Subhanallah .
Tertulis juga bahwa R.A Kartini disuruh pindah agama oleh seorang temannya dari London melalui surat yang dikirimnya karena kecerdasan R.A kartini dirasa bisa mempengaruhi diagamanya, dan dengan sigapnya beliau membalaas surat itu dengan kata-kata yang lembut . “Mohon Maaf , agama saya islam dan tauhid sehingga saya tidak akanpernah meninggalkan agamaku” balasnya.
Semoga dengan tulisan ini bisa menjadikan ikhtibar agar kita bisa terus belajar dari sosok beliau  yang saat ini tercatat  sebagai tokoh Nasional .Seorang perempuan mampu mengharumkan namanya dan negeri ini karena berkat perjuangannya.
Sehingga perlunya kita bermuhasabah diri, sampai dimana bacaan alqur’an dan pemahaman kita  tentang tafsirnya yang semoga nantinya menjadi tiang-tiang negara yang kuat melalui Alqur’an dan  akan menjadi penyangga Negara, menciptakan generasi-generasi anak bangsa yang lebih mulia serta mengharumkan nama bangsa Indonesia sesuai keahlian dan skill masing-masing.
Semoga bermanfaat….
Sumber. (KH. Akhmad Chalwani Nawawi Wakil Rois Suriyah  PWNU Jawa Tengah)


Wallahua’lam bissowhab.
Untuk Mbh Yai soleh Darat Semarang dan R.A kartini Alfatekha…

1 comment:

Kemeriahan Musabaqoh Ilmiah Pekan haflah Akhirussanah ke-38Pondok Pesantren Al-Arifiyah Kota Pekalongan.

Kemeriahan Musabaqoh Ilmiah Pekan haflah Akhirussanah ke-38Pondok Pesantren  Al-Arifiyah Kota Pekalongan. Menjelang Haflah Akhirussanah PPST...