Dasar-Dasar pengetahuan
BAB I
PEMBAHASAN
Pengertian Dasar-dasar Pengetahuan
Ilmu pengetahuan memiliki beberapatahapan-tahapan yang harus dilakukan oleh manusia. Tahapannya yakni penalaran, logika sumber kebenaran dan kriteria kebenaran. Dari semua tahapan tersebut harus terpenuhi dengan menggunakan cara sebagai berikut:
1.) Penalaran yakni berfikir dengan sebuah alur kerangka tertentu. Dengan adanya penalaran manusia akan mampu mengembangkan pengetahuannya dengan cepat dan benar. Selain itu manusia juga bisa menggunakan bahasa untuk berkomunikasi dan mendapatkan informasi.
2.) Logika merupakan sebuah kajian verpikir yang sahih. Dalam penggunaanya logika bisa digunakan untuk menyimpulkan dengan logika pula manusia dapat menemukan hal yang benar dan tepat.
3.) Dalam mendapatkan sumber pengetahuan yang benar ada dua cara yang pertama yakni dengan rasionalisme (mendasarkan diri dengan rasio) dan empirisme (lebih kepada pengalaman). Selain itu juga terdapat cara lain dalam mendapatkan ilmu yakni dengan intusi (pengetahuan yang didapatkan tanpa penalaran tertentu) dan wahyu ( merupakan pengetahuan dari tuhan dengan perantara para nabi dan rosul).
4.) Kriteria kebenaran
Adapun cara yang digunakan untuk mengetahui sebuah kebenaran tertentu yakni dengan menggunakan empat teori yakni sebagai berikut: terori koherensi, teori korespondensi, teori pragmatis, dan teori pragmatif.
Macam-macam Dasar Pengetahuan
1. Penalaran
Menurut Andi Hakim Nasoetion berpendapat jadi seandainya hewan memiliki nalar, maka yang akan dilestarikan bukanlah harimau Jawa supaya tidah punah, yang ada hanyalah manusia Jawa. dimaksud ialah harimau yang bergelar profesor bernama Email Salim Pimpinan dari PPLH (Pengawas Pembangunan dan Lingkungan Hidup). Bahwa dengan cakar, taring, dan dengan kekuatanya manusia akan kalah jika melawan harimau.
Dari menalar manusia bisa mengembangkan ilmu pengetahuan yang belum pernah ada sebelumnya. Pengetahuan yang baru tersebut bisa diketahui melalui penalaran terhadap rahasia-rahasia sang pencipta. Dengan pengetahuanya manusia bisa membedakan antara yang baik dengan yang buruk, antara yang salah dengan yang benar, antara yang jahat dengan yang tidak. Namun secara sadar manusia melakukan perbuatanya tidak menggunakan pengatahuannya melainkan nafsunya.
Manusia merupakan makhluk yang dianugrahi akal untuk berfikir dalam mengembangkan pengetahuanya. Hewan juga memiliki pengetahuan tetapi hanya sebatas untuk memenuhi kebutuhan selama hidupnya. Seperti contoh seekor monyet tentunya bisa membedakan antara pisang yang enak dan yang tidak. Hewan mengajari pengetahuan kepada anaknya mengenai hal-hal yang berkaitan dengan kelangsungan hidupnya.
Ilmu pengetahuan yang didapatkan manusia berguna untuk mengatasi kehidupan yang dialaminya. Seorang manusia memikirkan sesuatu itu dari hal yang paling kecil dan berkembang untuk memikirkan sesuatu yang besar.
Hakikat Penalaran
Penalaran merupakan sebuah proses berfikir dalam menarik kesimpulan yang berupa pengetahuan. Dalam berfikir merupakan kegiatan untuk menemukan pengetahuan yang benar. Sesuatu yang dikatakan benar oleh orang lain belum pasti benar untuk kita itulah yang dinamanakan proses berfikir untuk menghasilkan sebuah pengetahuan yang benar dengan pandangan yang berbeda. Dari ciri-ciri penalaran dalam berpikir, yaitu proses berpikir logis dan analitik.
Mengenai ciri yang pertama ialah sebuah pola berfikir secara luas atau biasa disebut berfikir secara logis. Kegiatan penalaran merupan suatu proses berfikir logis. Berfikir bisa dikatakan logis jika dilihat dari logika tertentu, akan tetapi menjadi tidak logis jika dilihat dari sudut pandang logika yang lain. Dan perlu diketahui bahwa berfikir logis itu mempunyai konotasi yang bersifat plural (jamak) dan bukan singular (tunggal).
Berlanjut ciri yang kedua dari penalaran adalah sifat analitik dari proses berfikirnya. Dalam penalaran merupakan suatu kegiatan berfikir yang lebih kepada analisis serta kerangka berfikir dengan menggunakan logika penalaran. Maksudnya penalaran ilmiah merupakan kegiatan analisis yang langsung menggunakan logika ilmiah dan penalaran lainya yang menganalisis dengan logikanya sendiri. Jadi berhubungan dengan analisis, karena pada hakekatnya kegiatan analisis merupakan suatu kegiatan berfikir berdasarkan sauatu langkah-langkah tertentu.
Berdasarkan mengenai penalaran tersebut dapat diketahui bahwa tidak semua kegiatan berfikir bersifat logis dan analitik. Ada beberapa cara lain yang bisa digunakan dalam kegitan berfikir untuk mengetahui sesuatu yang benar. Dengan demikian kita dapat membedakan secara garis besar ciri-ciri berfikir sesuai penalaran dan berfikir yang bukan berdasarkan penalaran.
2.) Logika Sebagai Dasar Pengetahuan
a. Hakekat Logika
logika merupakan sebuah dorongan cara berpikir tertentu yang mana hal tersebut harus masuk akal “reosanable”, yang wajar, yang beragumen, yang ada rasionya dan dapat difahami meski hal tersebut belum disetujui benar atau salahnya. Menurut Arief Sidharta, kata logika ini juga sering digunakan dalam percakan sehari-hari karena kata tersebut memiliki pandangan yang mempunyai arti yang dalam. Secara khusus, logika dalam konteks ilmiah memiliki dua pandangan yang mengantarkan kepada manusia mengapa logika dipelajari secara formal. Pandangan tersebut antara lain:
1. Seorang filsuf dari USA mengatakan bahwa logika merupakan studi tentang metode dan prinsip yang digunakan dalam membedakan penalaran yang baik dan buruk. Dalam pandangan tersebut dapat disimpulkan bahwa mempelajari logika sama halnya dengan mempelajari hukum dan juga prinsip berpikir yang mengatur dan sekaligus memberi alasan mengapa penalaran dapat dikatakan sesuatu yang logis dan juga sesuatu yang tidak logis.
2. Norman Geisler dan Ronald Brooks mengatakan bahwa logika merupakan kajian tentang penalaran yang benar atau menyimpilkan yang sah dan dapat mengenali adanya kesalahan berpikir baik secara formal maupun informal.
Dari dua pandangan tersebut dapat diketahui bahwa logika tidak hanya memberikan bagaimana suatu penyimpulan yang tepat akan tetapi juga harus mewaspadai terhadap kemungkinan kesalahan yang dilakukan dalam menyimpulkan.
b. Logika dan Ilmu Pengetahuan
Socrates mengatakan bahwa manusia pada dasarnya memiliki sifat keingintahuan terhadap sesuatu, sifat itulah yang menjadi kealamiahan manusia. Misalnya seorang anak kecil yang sedang bermain untuk menyusun sebuah balok agar susunan balok tersebut tebentuk menjadi sebuah bangunan yang kokoh. Dan didalam proses pembuatannya, anak ini mulai berpikir bagaimana caranya supaya susunan balok ini tidak roboh dan menjadi susunan balok yang yang kokoh.
#Dasardasarpengetahuan
#Filsafatilmu
#Pengetahuandanilmu

No comments:
Post a Comment