Wednesday, June 17, 2020

Hukum Cebok dengan tissue

Hukum Istinja' (Cebok) dengan tissue bagaimana hukumnya?



Didalam keadaan yang serba mudah dan kemajuan IPTEK yang semakin maju serta semakin kompleks juga permasalahan dalam hal fiqh.
SeginSeh perlunya mengkaji fiqh diera modernisasi ini secara tepat dan baik.

Oke mari kita lanjutkan, Dari latar belakang yang mungkin dialami oleh penulis maupun dari pembaca pada umumnya nampaknya ini menjadi problematika yang perlu diperhatikan dan diketahui oleh kaum muslimin agar ketika hal itu terjadi pada kehidupan kita, paling tidak, kita tidak salah dalam menjalankannya dan yakin atas apa yang diperbuat.
Pasalnya masalah najis memang hal sepele, tapi hal itu justru menjadi ancaman sendiri bagi para pelakunya.

Oke kali ini kita akan membahas terkait pertnperta "Bagaimana hukum bersuci (Istinja'di hotel ternama yang mungkin bukan lagi dengan air melainkan tissue?"
Begini jawabannya.

Sebelum kita mengetahui jawabannya tolong bisa dipahami dan cermati dulu dengan baik serta pelajari tulisan dibawah ini a1gar tidak terjadi kesalahpahaman.

الاستنجاء

{فصل} في الاستنجاء وآداب قاضي الحاجة. (والاستنجاء) - وهو «من نَجوت الشيءَ»، أي قطعته، فكأن المستنجي يقطع به الأذى عن نفسه - (واجب من) خروج (البول والغائط) بالماء أو الحجر وما في معناه من كل جامد طاهر قالع غير محترم، (و) لكن (الأفضل أن يستنجي) أوَّلا (بالأحجار ثم يُتبعَها) ثانيا (بالماء). والواجب ثلاث مسحات ولو بثلاثة أطراف حجر واحد.

(ويجوز أن يقتصر) المستنجي (على الماء أو على ثلاثة أحجار يُنقي بهن المحلَّ) إن
حصل الإنقاء بها، وإلا زاد عليها حتى ينقى. ويسن بعد ذلك التثليث.

(فإذا أراد الاقتصارَ على أحدهما، فالماء أفضل) لأنه يزيل عين النجاسة وأثرها. وشرط أجزاء الاستنجاء بالحجر أن لا يجفَّ الخارج النجسُ، ولا ينتقلَ عن محل خروجه، ولا يطرأ عليه نجسٌ آخر أجنبي عنه؛ فإن انتفى شرط من ذلك تعيَّن الماءُ.

(ويجتنب) وجوبا قاضي الحاجة (استقبالَ القبلة) الآن وهي الكعبة، (واستدبارها في الصحراء)؛ إن لم يكن بينه وبين القبلة ساترٌ، أو كان ولم يبلغ ثلثي ذراع، أو بلغهما وبَعُد عنه أكثر من ثلاثة أذرع بذراع الآدمي - كما قاله بعضهم. والبنيان في هذا كالصحراء بالشرط المذكور إلا البناءَ المُعَدَّ لقضاء الحاجة، فلا حرمةَ فيه مطلقا. وخرج بقولنا: «الآنَ» مَا كان قِبلةً أولاً كبَيتِ المقدس؛ فاستقباله واستدباره مكروه.

Terjemah.

Fasal menjelaskan istinja' dan tata krama mendatangi hajat.                 
Istinja' yaitu dari lafadz najautu asyaia yang artinya aku memotong sesuatu, seakan orang yang istinja' memotong penyakit dari dirinya, hukumnya istinja' itu wajib sebab keluarnya air kencing atau bera' menggunakan air atau batu dan sesamanya dari sesuatu yang keras, suci dan yang bisa membersihkan yang tidak dimulyakan, dan yang lebih utama dalam beristinja' yang pertama menggunakan batu kemudian dengan air dan wajib tiga usapan meskipun dengan tiga pucuknya batu satu.                 
Orang yang istinja' boleh meringkas dengan air atau tiga batu yang bisa menghilangkan bentuk najis pada tempat tersebut ketika berhasil membersihkan, ketika belum bersih maka ditambahi sampai bersih,  disunnahkan ganjil.      Ketika ingin meringkasnya maka air yang lebih utama karena menghilangkan bentuk dan bekasnya najis.  Dan syaratnya mencukupi dengan batu hendaknya perkara yang najis tidak kering dan najisnya tidak pindah dari tempatnya, tidak kedatangan najis yang lain, ketika satu syaratnya cacat maka tertentu pada air. 
Orangyang mendatangi hajat wajib menjauhi menghadap qiblat sekarang yaitu ka'bah, dan wajib membelakangi ditanah lapang bila tidak ada satirnya atau jara'nya tidak sampai 2/3 diro' atau sampai, dan tidak lebih dari tiga diro'nya anak adam seperti pendapatnya sebagian ulama', bangunan seperti tanah lapang dengan syarat yang ditentukan kecuali bangunan yang disediakan untuk mendatangi hajat, maka tidak haram secara mutlaq, dikecualikan qiblat zaman sekarang yaitu qiblat pertama yaitu baitul maqdis, hukum menghadap dan membelakanginya makruh.

Kemudian dijelaskan juga didalam kitab  kitab Bughyat al Musytarsyidin 28 yang pada intinya hukum tetsrter adalah "SAH" lihat dalil dibawah ini :

يجوز الإستنجاء بأوراق البياض الخالى عن ذكر الله كما فى الإيعاب

Diperbolehkan istinja’ dengan menggunakan kertas-kertas putih yang tidak terdapat tulisan asma Allah seperti dalam keterangan kitab al-Ii’aab.

Dalam Al-Madzahib al-Arba’ah I/ 98 disebutkan :

أما الورق الذي لايصلح للكتابة فإنه يجوز الإستجمار به بدون كراهة

Sedang istinja’ memakai kertas yang tidak pantas untuk ditulisi maka boleh tanpa dimakruhkan.


Syarat istinja’ dengan tissu dan sejenisnya hendaklah dilakukan sebelum kotoran kering, dan kotoran itu tidak mengenai tempat lain selain tempat keluarnya. Jika kotorang itu sudah kering atau mengenai tempat selain tempat keluarnya, maka tidak sah lagi istinja’ dengan tissu, tetapi wajib dengan air. 
Kemudian dilanjutkan dengan penjelasan
Bagaimana hukum berdzikir didalam WC atau kamar mandi?

Begini jawabannya.
Baca : Hasiyah Syarwani ala-Tuhfah (1/171) :


فالذكر عند نفس قضاء الحاجة وعند الجماع لا يكره بالقلب بالإجماع وأما  الذكر باللسان حينئذ فليس مما شرع لنا ولا ندبنا إليه صلى الله عليه وسلم  ولا نقل عن أحد من الصحابة بل يكفي في هذه الحالة الحياء والمراقبة وذكر  نعمة الله تعالى في إخراج هذا العدو المؤذي الذي لو لم يخرج لقتل صاحبه  وهذا من أعظم الذكر ، وإن لم يقله باللسان انتهى ا هـ بصري .


Maka  dzikir di dalam hati ketika buang hajat dan ketika jima' hukumnya tidak makruh berdasarkan ijma', adapun dzikir dengan lisan saat ini bukanlah termasuk hal yang di syare'atkan kepada kita dan Nabi shollallohu alaihi wasallam pun tidak menganjurkannya bahkan tidak ada nukilan satupun dari para sahabat nabi. Tapi cukuplah dalam keadaan ini  merasa malu, merasa di awasi dan mengingat-ingat nikmat Allah ta'ala  dalam mengeluarkan musuh yang menyakiti ini, jikalau tidak dikeluarkan maka akan membunuh pemiliknya, dan ini termasuk dzikir terbesar walaupun  tidak diucapkan oleh lisan.

Semoga bermanfaat
Wallahu alam bisshowab

No comments:

Post a Comment

Kemeriahan Musabaqoh Ilmiah Pekan haflah Akhirussanah ke-38Pondok Pesantren Al-Arifiyah Kota Pekalongan.

Kemeriahan Musabaqoh Ilmiah Pekan haflah Akhirussanah ke-38Pondok Pesantren  Al-Arifiyah Kota Pekalongan. Menjelang Haflah Akhirussanah PPST...