PROBLEMATIKA WANITA BERJILBAB PONI
Jilbab merupakan penutup kepala yang biasa digununakan wanita
ketika mereka hendak melakukan aktifitas sehari-hari maupun ketika bepergian
jauh. Tak jarang juga dari sebuah
sekolah-sekolah ,perguruan tinggi dan tempat
kerja mewajibkan bagi mereka yang wanita menggunakan jilbab .
Jilbab dinilai memiliki manfaat yang sangat luar biasa, disamping
menutup aurot dari pandangan lelaki wanita yang menggunakan jilbab pun memiliki
niali estetika yang tinggi baik dalam beragama maupun bersosial.Didalam agama
islam jilbab juga menjadi syarat kesahan
dalam melakukan sholat sehingga wanita harus benar-benar mengetahui tata cara
yang benar dalam pemakaian nya, sedikit terbuka saja maka dinyatakan tidak sah
seperti penjabaran dari imam syafi’i.
Secara geografis pemakaian jilbab sangat dominan di negara
Indonesia yang beriklim tropis sehingga jilbab dipandang sebagai kebutuhan
primer bagi masyarakat Indonesia.
Namun, acap kali
fungsi dari pemakaian jilbab kian lama kian terkikis dimana tujuan utama
pemakaian adalah menutup aurat namun di era sekarang keindahan nilai itu kian
menghilang dimana jilbab hanya sebagai sebagai trending dan bergaya. Dapat kita
lihat, masyarakat di sekitar kita mereka yang berjilbab masih saja menggunakan
pakaian yang ketat serta berjilbab dengan rambutnya yang terlihat hal itu jelas
menyalahi tujuan awal kemurnian diwajibkannya berjilbab. Dengan berbagai alasan
mereka melakukan hal itu seperti : panas, gerah, dan lain sebagainya.
Dilihat dari kemahdhorotannya jelas itu sangat tinggi, dimana hal
itu bukanlah cerminan wanita solekha yang dihiasi oleh keindahan melainkan
wanita hina yang ingin menumpang berlayar di agama islam tapi tak mau
menggunakan dasar dan hukum-hukum yang tertera dalam agama islam itu sendiri
Naudzubillah mindzalik.
Coba kita tengok sepenggal ayat al-quran dibawah ini
وَقُلْ لِلْمُؤْمِنَاتِ
يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ وَلَا يُبْدِينَ
زِينَتَهُنَّ إِلَّا مَا ظَهَرَ مِنْهَا ۖ وَلْيَضْرِبْنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلَىٰ
جُيُوبِهِنَّ ۖ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا لِبُعُولَتِهِنَّ أَوْ
آبَائِهِنَّ أَوْ آبَاءِ بُعُولَتِهِنَّ أَوْ أَبْنَائِهِنَّ أَوْ أَبْنَاءِ
بُعُولَتِهِنَّ أَوْ إِخْوَانِهِنَّ أَوْ بَنِي إِخْوَانِهِنَّ أَوْ بَنِي
أَخَوَاتِهِنَّ أَوْ نِسَائِهِنَّ أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُهُنَّ أَوِ
التَّابِعِينَ غَيْرِ أُولِي الْإِرْبَةِ مِنَ الرِّجَالِ أَوِ الطِّفْلِ
الَّذِينَ لَمْ يَظْهَرُوا عَلَىٰ عَوْرَاتِ النِّسَاءِ ۖ وَلَا يَضْرِبْنَ
بِأَرْجُلِهِنَّ لِيُعْلَمَ مَا يُخْفِينَ مِنْ زِينَتِهِنَّ ۚ وَتُوبُوا إِلَى
اللَّهِ جَمِيعًا أَيُّهَ الْمُؤْمِنُونَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ
Katakanlah kepada wanita yang
beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan
janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari
padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah
menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau
ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka,
atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki
mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam,
atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak
mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti
tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinyua agar diketahui
perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah,
hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.
Rosulpun pernah
bersabda untuk menguatkan kembali dari dalil al-quran “Dua golongan ahli neraka yang tidak
pernah aku lihat: seorang yang membawa cemeti seperti ekor sapi yang dia
memukul orang-orang, dan perempuan yang berpakaian tetapi telanjang,
berlenggak-lenggok, kepalanya bagaikan punuk unta yang bergoyang. Mereka tidak
akan masuk surga dan tidak akan mendapatkan baunya, sekalipun ia bisa
didapatkan dari jarak sekian dan sekian.” (HR. Muslim) bukankah
hal ini menjadi ancaman besar bagi saudari muslim kita.
Maka dari itu marilah kita sama-sama menjalankan hidup dengan
saling mengingatkan demi mencari rido Allah SWT dan membenahi
kesalahan-kesalahan yang di anggap kecil padahal sangat besar mahdhorotnya.
No comments:
Post a Comment