Tuesday, June 23, 2020

PROBLEMATIKA WANITA BERJILBAB PONI



PROBLEMATIKA WANITA BERJILBAB PONI

Jilbab merupakan penutup kepala yang biasa digununakan wanita ketika mereka hendak melakukan aktifitas sehari-hari maupun ketika bepergian jauh. Tak jarang juga  dari sebuah sekolah-sekolah ,perguruan tinggi dan  tempat kerja mewajibkan bagi mereka yang wanita menggunakan jilbab .
Jilbab dinilai memiliki manfaat yang sangat luar biasa, disamping menutup aurot dari pandangan lelaki wanita yang menggunakan jilbab pun memiliki niali estetika yang tinggi baik dalam beragama maupun bersosial.Didalam agama islam jilbab juga  menjadi syarat kesahan dalam melakukan sholat sehingga wanita harus benar-benar mengetahui tata cara yang benar dalam pemakaian nya, sedikit terbuka saja maka dinyatakan tidak sah seperti penjabaran dari imam syafi’i.
Secara geografis pemakaian jilbab sangat dominan di negara Indonesia yang beriklim tropis sehingga jilbab dipandang sebagai kebutuhan primer bagi masyarakat Indonesia.
            Namun, acap kali fungsi dari pemakaian jilbab kian lama kian terkikis dimana tujuan utama pemakaian adalah menutup aurat namun di era sekarang keindahan nilai itu kian menghilang dimana jilbab hanya sebagai sebagai trending dan bergaya. Dapat kita lihat, masyarakat di sekitar kita mereka yang berjilbab masih saja menggunakan pakaian yang ketat serta berjilbab dengan rambutnya yang terlihat hal itu jelas menyalahi tujuan awal kemurnian diwajibkannya berjilbab. Dengan berbagai alasan mereka melakukan hal itu seperti : panas, gerah, dan lain sebagainya.
Dilihat dari kemahdhorotannya jelas itu sangat tinggi, dimana hal itu bukanlah cerminan wanita solekha yang dihiasi oleh keindahan melainkan wanita hina yang ingin menumpang berlayar di agama islam tapi tak mau menggunakan dasar dan hukum-hukum yang tertera dalam agama islam itu  sendiri  Naudzubillah mindzalik.
 Coba kita tengok sepenggal ayat al-quran dibawah ini
وَقُلْ لِلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا مَا ظَهَرَ مِنْهَا ۖ وَلْيَضْرِبْنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلَىٰ جُيُوبِهِنَّ ۖ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا لِبُعُولَتِهِنَّ أَوْ آبَائِهِنَّ أَوْ آبَاءِ بُعُولَتِهِنَّ أَوْ أَبْنَائِهِنَّ أَوْ أَبْنَاءِ بُعُولَتِهِنَّ أَوْ إِخْوَانِهِنَّ أَوْ بَنِي إِخْوَانِهِنَّ أَوْ بَنِي أَخَوَاتِهِنَّ أَوْ نِسَائِهِنَّ أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُهُنَّ أَوِ التَّابِعِينَ غَيْرِ أُولِي الْإِرْبَةِ مِنَ الرِّجَالِ أَوِ الطِّفْلِ الَّذِينَ لَمْ يَظْهَرُوا عَلَىٰ عَوْرَاتِ النِّسَاءِ ۖ وَلَا يَضْرِبْنَ بِأَرْجُلِهِنَّ لِيُعْلَمَ مَا يُخْفِينَ مِنْ زِينَتِهِنَّ ۚ وَتُوبُوا إِلَى اللَّهِ جَمِيعًا أَيُّهَ الْمُؤْمِنُونَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ


Katakanlah kepada wanita yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinyua agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.
Rosulpun pernah bersabda untuk menguatkan kembali dari dalil al-quran “Dua golongan ahli neraka yang tidak pernah aku lihat: seorang yang membawa cemeti seperti ekor sapi yang dia memukul orang-orang, dan perempuan yang berpakaian tetapi telanjang, berlenggak-lenggok, kepalanya bagaikan punuk unta yang bergoyang. Mereka tidak akan masuk surga dan tidak akan mendapatkan baunya, sekalipun ia bisa didapatkan dari jarak sekian dan sekian.” (HR. Muslim) bukankah hal ini menjadi ancaman besar bagi saudari muslim kita.

Maka dari itu marilah kita sama-sama menjalankan hidup dengan saling mengingatkan demi mencari rido Allah SWT dan membenahi kesalahan-kesalahan yang di anggap kecil padahal sangat besar mahdhorotnya.

No comments:

Post a Comment

Kemeriahan Musabaqoh Ilmiah Pekan haflah Akhirussanah ke-38Pondok Pesantren Al-Arifiyah Kota Pekalongan.

Kemeriahan Musabaqoh Ilmiah Pekan haflah Akhirussanah ke-38Pondok Pesantren  Al-Arifiyah Kota Pekalongan. Menjelang Haflah Akhirussanah PPST...